Travel TipsWisata Gunung

6 Langkah Mudah Merencanakan Pendakian

... Kita butuh untuk membuat perencanaan dari perjalanan yang akan dilakukan. Agar pendakian kita terasa lebih menyenangkan dan tidak tergesa-gesa

X = ” Bro.. Naik Gunung Yuk ..! “
Y = ” Kapan ? “
X = ” Besok Broo ..! “
Y = ” Besokk!? Okelah sip, besok ketemuan di terminal yaa.. “

 

Pernahkah kalian mengalami hal diatas ?
Atau mungkin sering ?

Merencanakan sebuah perjalanan, terutama pendakian gunung …
… Tidak cukup hanya dengan memutuskan akan pergi kemana dan kapan waktunya

Mungkin …
… Bagi mereka yang sudah berpengalaman dan memang siap mendaki…

dalam arti memiliki perlengkapan dan pengetahuan yang mendukung
Hal tersebut bisa berjalan dengan lancar …

Walaupun sebenarnya hal diatas sangat tidak disarankan untuk dilakukan.

Tapi Bagi kita …
Yang belum memiliki pengetahuan lebih tentang pendakian …
Tidak memiliki perlengkapan yang mendukung …
Belum berpengalaman …

… Hal tersebut sangat lah beresiko untuk dilakukan.

Oleh karenanya …
… Kita butuh untuk membuat perencanaan dari perjalanan yang akan dilakukan.
Agar pendakian kita terasa lebih menyenangkan dan tidak tergesa-gesa .

Dengan perencanaan yang matang…
… Kita juga bisa mengantisipasi segala resiko dan bahaya yang menghadang .
Khususnya mengantisipasi faktor bahaya internal …

Dengan membuat rencana pendakian …
Kita dapat mengumpulkan beberapa data yang diperlukan, seperti ..

  • Gunung mana yang akan dikunjungi ?
  • Amankah untuk didaki dan Bagaimana Jalur pendakiannya ?
  • Bagaimana perizinannya, dan lainnya.

Untuk mempermudah dalam membuat perencanaan perjalanan tersebut…
Kita gunakan konsep 5W+1H .

[vc_single_image source=”external_link” alignment=”center” onclick=”link_image” css_animation=”fadeInLeftBig” custom_src=”https://lh3.googleusercontent.com/DcGkbOrUWP1N7kjV6h5oaov2Ao6N7nyEKIbB-bnTUPNOeP3XlalKSuG4ABwLu5-3jffPwGkgtphq3ZuylAz6Ylp6avd8Bw5bITcM2morztW4XPXHwvU4BEwgt7mLSJPXoCIJMwIILU6Dcm3QkcNPiJOcc7dKkzfQBm425YlleaSf-DK9_vBZ3oXTcV05VgOU0FWzH2EVD5dJ_iDyy-zL83CElN7hSpU8gN5C2y8boaNIAQdaFx5lOAo3K-kFe1SnR87gP-qgwxDjYE29hJXHyyISyVgSI-kr55hFxAHFy1oClieTHDDP4SU9Wp0iI2-0ofTLjPwvWvhNakEADNG00L0wyhYRoQaqCProWhUZh8ybk7X7o1zN1E7e9ZtT35IYSN0bIgnQFGlrfv2W6hm9E-oVoHnaQDDg9bW1oiDIrDk8NlhIw5DC7hhNA-PhU4Jn2womuLsOZ10nzFiTCX_ZlawgJZpWPk2UqoqKltM4TSsw9iutQdPDB5Nj3umDYg52Oil0qRDoMUzSyLt3dNQAUz0jQQb0kvkCzyY5cPbK1d03NgVXR3482YSxZqIXyJlNaguZw81Kukgth6WW2oJOOx3fLQGhmoK6_prWfNBMoG2IuY_Xe7-9rB1dmUkgvAUuPo8L1-2n3TU3frjdOeSkx4QclK9aUA8QmA=w1119-h675-no” caption=”Gunung Apa yang akan kita daki ?”]

 

1. What ? / Apa ?

Gunung Apa yang akan kita kunjungi ?
W pertama ini, jelas akan menentukan beberapa aspek berikutnya.

Pertama, kita tentukan lokasi yang akan di tuju..
Dalam hal ini adalah Gunung..

Sebagai contoh …
Anggaplah kita ingin mendaki ke Gunung Sumbing, di Jawa Tengah.

Dengan itu, maka pertanyaan pertama sudah terjawab …
Tujuan kita adalah Gunung Sumbing.

Carilah informasi selengkapnya mengenai gunung Sumbing..
Mulai dari transportasi, jalur pendakian, cuaca, serta kondisi alam di sekitarnya.

Untuk informasi pendakian…
… kita bisa mencari tahu lewat cacatan perjalanan pendaki lain di internet…
ataupun langsung menghubungi pihak pengelola / basecamp pendakian .

Dengan informasi yang lengkap, maka kita dapat memperhitungkan beberapa hal, seperti :

  • Rincian biaya yang harus dikeluarkan.
  • perlengkapan yang harus dipersiapkan.
  • perizinan dan persyaratan

yang kita perlukan selanjutnya…
… adalah data-data yang lebih spesifik mengenai gunung sumbing.

 

Data-data seperti apa yang kita butuhkan ?

Untuk menjawabnya…

kita perlu mengetahui aspek-aspek selanjutnya dari konsep 5W+1H ini.

 

[vc_single_image source=”external_link” alignment=”center” onclick=”link_image” css_animation=”fadeInRightBig” custom_src=”https://lh3.googleusercontent.com/JH6nRKoVDD-P6eYb9L9-zXGj4xFdBKD27mE0N1g16u4BjsVR_Q0lD_etmb5UqK-Jsb5fosKcGJDNbIXtThwHfBKOcmSXV-ZBaBLkOx8r7K3AEslehhoA_-8tJzKUUMXzT1NqL8Tx7BdT-PNAU9Km3DcH0sYFGbPHJ9qxbLHj1JWhUmwdcwgqvFwUYxNmYVi8G7AT00w5k4D6nUKgymJjKGOlzT3O0MRPo363O885ilAhucbv4huiTmAmucePJnjZ3_MMEaz-aGpQxOXR-9c0C0ntwQ2MiyBBPqhpmK2Usnx0gVKuRr9s8–T5bVTvsv_CAXgX9UmBm0DbtrFS40JXggDN0wSWQ9dHTJAmTBKGoCYD9VmT_RhLC135U4zowhC43T9iWNCQ93xbJ9An3-z7UY_puRRx9ETGcUPybaZjML8NrQXdEVfmEnEsiGgJWUIPwgfv8qq6qNdXP01IB-aV-Gxiw9pNH_KCC9UCaHPDAMZFhtoX46lW34rJYEDfd0k3KROO7_3RrRdoX0F84rj4cFz16M_py_QJH31eClSXL1Da0XrIOAOMcH7oyzIADNGGqybQYmAxvHxf3-RsC_RjyUDwSXksQRjC5i4Kr7esbC7sPz-dc85vQiWqu3qQokm_1NCO6OCOvVigDk4ezuwfA-oSNiQ_R78Ww=w1119-h675-no”]

 

2. Why ? / Kenapa ?

Kenapa kita ingin mendaki Gunung Sumbing ?
W kedua, merupakan maksud dan tujuan kita mendaki .

 

Dalam setiap kegiatan, apapun itu…
Pasti memiliki maksud dan tujuan…
Walaupun hanya sekedar hiburan semata..

Apa maksud dan Tujuan kita mendaki gunung Sumbing ?

  • Apakah hanya sekedar mengisi waktu luang ?
  • Apakah bertujuan untuk melakukan aksi sosial ? Seperti penanaman pohon, atau Aksi Bersih Gunung ?
  • Atau untuk penelitian ilmiah, tugas kuliah, dan sebagainya.

Agar lebih spesifik, Buatlah kerangka kegiatan ( itinerary ) yang akan dilakukan selama pendakian.

Tujuan yang jelas…
akan mempermudah kita untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan…
dalam hal ini adalah data-data gunung sumbing.

Apa saja yang diperlukan dalam mencapai tujuan tersebut ?
Kegiatan apa saja yang akan dilakukan selama pendakian ?

Kenapa kita ingin mendaki Gunung Sumbing ?

 

[vc_single_image source=”external_link” alignment=”center” onclick=”link_image” css_animation=”rotateInDownLeft” custom_src=”https://lh3.googleusercontent.com/f2cf50_jQ2I_x0YbQu7-uiW2du-Cw7IzegI1SFOaNxjxAviCnnCO_h-cGL2GiAQ2WctDgkr5sq2COngDFaIZGDojnrtZNXpQrca-xFp_lJrAXIFUz9O96QST2iERguWRKq9s4w_HzGhLcnjzVL9Yt95PsUVXB4EfYNjrF12R76TLRfANFHAQN63n30varzj-tD2Pg6TKPUh8O8Wy9dA8hf0Akx24qRZhK4HbPtww5-APcISq5eNlHxGC_2Qala85UzUlbX_e6jHGinY7qWU787UdOlD7qyYoMeL0fcBgjsT_MJMk0SFHHfIQ6B3UcOlSjIGMLvx7AUDlkOrGdOa-WxxpFCOk_oHvaygxUpsCAdehFrWTdrP6R0nmTckMwH3aKhqe8PcMCPPAsnsBztQsjLgOM-6eDdPGj61sFxgYjw0XkVNppTSx7iwUsa1a-xPaHdVb-gFCpz9HTAnlEyQFOrNPhN_w05V9txdzzcrE5ZwhwXpeNBOalx4omfai19U-B-cuJOndSl1wd1PbcQpugr1ThmL_BxVk7dAOdT4L2cTJxYpMUv1NtE8kqgp3puxhFvo1_edaetJkFi4Tr6pGI8pa82SfnnjDWh9GUtGmEn4JCHm4ZXbDXbJ5qwuTwRn7z8PayTApH-5ZBbocA4xqxCLPsVGqJnXz7Q=w1119-h675-no”]

 

3. Where ? / Dimana ?

Dimana Lokasi Gunung Sumbing ?

W ke-tiga ini, akan memberikan kita data yang cukup penting.

Dengan mengetahui lokasi gunung yang dituju ..
Yaitu Gunung Sumbing .

Kita dapat mengumpulkan beberapa data seperti berikut :

  • Transportasi apa yang diperlukan untuk mencapai basecamp Gunung Sumbing
  • Berapa lama untuk mencapai lokasi tersebut.
  • Bagaimana kondisi cuaca di lokasi tersebut

Contoh mudahnya..
Anggaplah kita berasal dari Jakarta dan ingin ke Gunung Sumbing dengan tujuan liburan.

Maka dalam W ketiga ( Where / dimana ), data yang akan kita dapatkan adalah.

Transportasi yang kita perlukan adalah naik Bus jurusan Wonosobo.
dengan perjalanan dari jakarta kurang lebih 8 – 10 jam.
setelah itu kita harus menyambung dengan angkutan lain ke basecamp gunung sumbing.
dengan jarak tempuh sekitar 20 menit.

Cuacanya bagaimana ?
Bagus di bulan A – C misalnya…

Dari sini kita sudah mendapat gambaran kasar kapan waktu terbaik mendaki gunung sumbing.

 

4. When ? / Kapan ?

Kapan pendakian ini akan dilakukan ?

Pada aspek sebelumnya kita sudah mengetahui kapan waktu terbaik mendaki gunung sumbing.
pada W ke-empat ini, kita akan menganalisa lebih lengkap mengenai cuaca alam sekitar.

Kenapa informasi cuaca sangat diperlukan ?
Ini berguna untuk mengantisipasi serta menghindari bahaya eksternal..
Kalian pasti tidak ingin mendaki dalam keadaan cuaca buruk kan..

Di Indonesia…
Musim pendakian terbaik jatuh pada bulan juni – Oktober.

Kenapa Juni – Oktober ?

  • Cuaca Cenderung cerah karena masuk pada musim kemarau.
  • Bertepatan dengan jadwal libur sekolah atau kuliah.

Melihat data tersebut, kita akan lebih mudah untuk menentukan waktu pendakian yang tepat.

Perhitungakan juga Lama Pendakian tersebut akan dilakukan.
Untuk jalur pendakian gunung di Indonesia, rata-rata dapat ditempuh dalam waktu 2-3 hari .
tergantung dari kondisi fisik si pendaki dan juga kondisi alam sekitar .

Dengan memperhitungkan lamanya pendakian ini dilakukan…
Maka kita dapat mempersiapkan segala hal untuk waktu tersebut.
Seperti logistik, pakaian, perlengkapan cadangan, serta persiapan fisik.

Selain itu. kita bisa memberikan informasi kepada keluarga, atau teman dekat..

sehingga kalau terlambat turun karena ada sesuatu yang tidak diinginkan (amit-amit)..
Keluarga ataupun teman yang mengetahui waktu pendakian…
… dapat langsung melaporkan ke basecamp untuk tidakan selanjutnya.

 

[vc_single_image source=”external_link” alignment=”center” onclick=”link_image” css_animation=”rollIn” custom_src=”https://lh3.googleusercontent.com/9ORU9aznIvlIcR5w949js269uBRVcVK03IbKmEJC42grMWY_RJfcDjiHuHD8k8Vy8E8XMAiMc87E-ElU-9FHlFzM9jPyQKrzIcAoJdu3-lpuG0_YvAfb6mgIrNb3iXvdw3arHLgsjb6AvUBTPT5-2Z0ImG_y_jZQBPmkTqcqnCHDK8VwheerNvyP8Kv2XcOp_7XQKmQ64Nlir7mKHrD9ghVHp9LQ4L4fX0JS4smCIRy_qWFCyyjv8HVA7aPqMHlbC01lzYhokulDkpKoDKhTPi8Agj-CuzT5iwhzNU206OHrD1BKTMbRIJqSwHtx-iWTFpjwMwu9oiVaBsuPu91uwahMjphvEiiOLDLEgnyulAEviIZkRkhPcNpRHuB_VLnO6KSmfyxahbqCp7e0HojwWRObV7EdNa3qnDhENbYCI1xuBBvVof27HsOc-7Rjw-hjfhKfmf5uzmH2Xel4W20lmRLtQobbTj6HvfWNkyvpnlvQo-Nq-XfMWJkFmeyNYWLTckzaSwJOpPkxyL6-UgXtmw19K_SJVNyHZ-39yRYeHbffwLHwPhClOk1qprTbs1bCp_EPiBwFTgc9JxsRrEdhnGDa6f5Btbe_7xvXHekTgLyMv5mGhpdHixOMxCwJfnt7sVco9QolklTDE3vjdlmeC32EhjYIA_kyUw=w1119-h675-no”]

 

5. Who ? / Siapa ?

Siapa saja yang ikut dalam pendakian tersebut ?

Saat melakukan pendakian, disarankan untuk tidak mendaki seorang diri…
Anggota/Peserta pendakian minimal adalah 3 orang…
Hal ini berlaku untuk siapapun dan dimanapun..

Kenapa begitu ?
Jika mendaki sendiri, dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan..
maka tidak akan ada yang mampu menolong kita diatas sana, kecuali diri sendiri.

Tapi Dengan jumlah minimal tersebut, maka tugas pendakian dapat dibagi dan digenggam bersama..
Sehingga setiap masalah bisa segera ditangani dengan baik.

Selain jumlah minimal, beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait peserta pendakian adalah :

– Bagaimana kondisi fisik seluruh anggota pendakian ?

Kenali setiap anggota/peserta pendakian yang mengikuti kegiatan tersebut.
Cek kembali kesehatan masing-masing individu…
… Apakah ada yang memiliki penyakit pribadi?
… dan bagaimana persiapan fisiknya .

Terkadang, ada beberapa individu yang merasa sungkan…
… Bahkan malu untuk mengatakan bahwa saya sakit…

Hal ini yang seharusnya dihindari…
… karena resiko-nya bukan hanya berimbas pada diri sendiri…
. tetapi juga bagi seluruh peserta dan pendaki lainnya.

– Bagaimana pengalaman tiap anggota dalam hal mendaki gunung ?

Dengan mengetahui pengalaman dari tiap individu…
kita bisa menentukan rute pendakian yang akan dipilih…

Jangan sampai, dengan pengalaman kosong ..
.. kita memilih pendakian yang berat dan butuh keahlian khusus…

– Siapa yang akan memimpin pendakian ?

Pemimpin pendakian ini harus dipilih dengan bijak..

sang pemimpin harus berwibawa..
.. serta memiliki pengalaman cukup untuk mengatur peserta.

Juga mampu mengkoordinasikan setiap kegiatan yang akan dilakukan.
Karena setiap keputusan yang diambil oleh pemimpin…
… Akan menjadi beban yang ditanggung bersama.

– Siapa saja yang mengetahui rencana kita mendaki ?

Selain Peserta yang mengikuti pendakian ke Gunung yang dituju..
… Kita perlu seseorang yang mengetahui dengan jelas rencana kita mendaki .

Orang tersebut bisa dari keluarga ataupun teman dekat…
… mereka berperan sebagai penerima kabar . (Baik ataupun Buruk)

Sebelum mendaki, beritakanlah kepada si penerima kabar …
Bahwa kita akan mendaki gunung sumbing pada tanggal sekian, pukul sekian..
dan akan turun 2 hari setelahnya …

Dengan begitu, si penerima kabar akan mengetahui kondisi pendakian …
Jika dalam waktu lebih dari 24 jam tidak ada kabar dari kita..
maka ia bisa memutuskan tindakan lanjut untuk mengabari basecamp pendakian …

 

6. How ? / Bagaimana ?

Bagaimana pendakian ini akan dilakukan ?
Bagaimana mengantisipasi bahaya yang ada di gunung tersebut ?

Bagian terakhir ini adalah kesimpulan dari data yang telah kita kumpulkan.
dimana kita bisa meng-evaluasi kembali perencanaan yang sudah ada.

Saat ini, kita sudah memiliki seluruh data yang diperlukan untuk mendaki gunung sumbing…

Dari data yang sudah ada, kita bisa mempersiapkan hal-hal yang diperlukan..

(What?) Gunung sumbing

– Apa yang kita butuhkan untuk mendaki gunung sumbing ?
– Bagaimana jalur pendakiannya, apakah aman untuk seluruh peserta ?
– Bagaimana sumber air di gunung sumbing ?
– Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendaki gunung sumbing ?
– Bagaimana kondisi cuaca di gunung sumbing ?

(Why?) Liburan

– Apa saja yang dibutuhkan agar liburan tersebut menyenangkan ?
– Selain Gunung Sumbing, adakah lokasi wisata lainnya untuk dikunjungi ?

(Where ?) Wonosobo

– Bagaimana kita menuju kesana ?
– Berapa biaya-nya yang diperlukan untuk ongkos transportasi ?
– Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke wonosobo ?

(When ?) Agustus

– Apakah cuacanya mendukung untuk mendaki di bulan tersebut ?
– Berapa lama rencana kita untuk mendaki gunung tersebut ?

(Who ?) Si A, B, C peserta & D sebagai penerima

– Apakah si D sudah mengetahui dan mengerti rencana pendakian kita ?
– Apakah Si A siap untuk memimpin ?
– Bagaimana pembagian tugas saat pendakian berlangsung ?
– Apakah seluruh tim benar-benar dalam kondisi fit ?

 

Dan di bagian akhir ini, kita bisa membuat beberapa opsi rencana cadangan.
Dengan memperkirakan kondisi terburuk jika terjadi sesuatu.
sehingga jika rencana 1 gagal, kita memiliki rencana cadangan yang siap dijalankan.

Sampai disini…

setidaknya kita sudah mengetahui 6 hal dasar dalam merencanakan pendakian gunung. Yaitu :

  1. Gunung apa yang akan Dikunjungi?
  2. Apa tujuan kita mendaki gunung tersebut ?
  3. Dimana lokasi gunung tersebut ?
  4. Kapan pendakian tersebut dilakukan ?
  5. Siapa saja yang ikut mendaki ?
  6. Bagaimana agar rencana tersebut dapat berjalan dengan lancar ?

 

NOTE :

Hal diatas hanyalah konsep dari rencana pendakian yang akan kita buat…
Setelah mengenal konsep 5W+1H diatas…
… kita harus mengembangkannya…
… dan merencanakan pendakian dengan jelas dan matang.

Mendaki lah dengan bijak, minimal dengan melaksanakan 3 kalimat berikut :

  • Jangan Ambil Sesuatu kecuali Gambar / Don’t take anything but picture
  • Jangan Tinggalkan sesuatu kecuali jejak / Don’t leave anything but footprints
  • Jangan Bunuh sesuatu kecuali waktu / Don’t Kill anything but times

GUNUNG BUKAN TEMPAT SAMPAH

 

Jika ada hal yang kurang dimengerti, ada kritik dan ide lain seputar kegiatan alam bebas.
Jangan ragu untuk berbagi di kolom komentar.

Silahkan share artikel ini jika bermanfaat, dan tolong diperbaiki melalui komentar jika saya salah.

Semoga bermanfaat.
Terima Kasih,

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Salam lestari dan selamat mendaki.

Tags

Lensa Kusam

Lensa Kusam ... Blog panduan , Tips , dan Catatan petualangan terlengkap yang pernah ada. Mengupas tuntas pembahasan tentang mendaki gunung, fotografi, blogging, dan editing video.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close